Minggu, 03 November 2013



ciri-ciri paragraf sebagai berikut.
(1) Setiap paragraf mengandung makna, pesan, pikiran, atau ide pokok keseluruhan karangan.
(2) Umumnya paragraf dibangun oleh sejumlah kalimat.
(3) Paragraf adalah satu kesatuan ekspresi pikiran.
(4) Paragraf adalah kesatuan yang koheren dan padat.
(5) Kalimat-kalimat dalam paragraf tersusun secara logis dan sistematis.
Berdasarkan ciri-ciri di atas dapat disimpulkan bahwa paragraf adalah seperangkat kalimat yang tersusun logis dan sistematis yang merupakan satu kesatuan ekspresi pikiran yang relevan dan mendukung pikiran pokok yang tersirat dalam keseluruhan karangan.Dengan demikian, tidak ada sebuah kalimat pun dalam paragraf yang tidak membicarakan ide pokok, kalimat seperti itu disebut kalimat sumbang. Jika ada kalimat sumbang dalam sebuah paragraf maka kalimat itu harus dikeluarkan dari paragraf, karena kalimat itu tidak diperlukan dan hanya akan mengganggu kejelasan makna dalam paragraf.
Persuasi adalah jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, atau pendapat penulis dengan disertai dengan bukti dan fakta (benar-benar terjadi).

Ciri-ciri paragraf persuasi:
- Persuasi bertolak dari pendirian bahwa pikiran manusia dapat diubah.
- Harus menimbulkan kepercayaan para pembacanya.
- Persuasi harus dapat menciptakan kesepakatan atau penyesuaian melalui kepercayaan antara penulis dengan pembaca.
- Persuasi sedapat mungkin menghindari konflik agar kepercayaan tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapatnya tercapai.- Persuasi memerlukan fakta dan data.

Contoh paragraf persuasi:Penggunaan pestisida dan pupuk kimia untuk tanaman dalam jangka waktu lama tidak lagi menyuburkan tanaman dan memberantas hama. Pestisida justru dapat mencemari lingkungan dan menjadikan tanah lebih keras sehingga perlu pengolahan dengan biaya yang tinggi. Oleh sebab itu, hindarilah penggunaan pestisida secara berlebihan.
Kalimat terakhir merupakan kalimat persuasif. Kalimat ini dimunculkan setelah penulis mengemukakan penjelasan yang meyakinkan dalam kalimat-kalimat sebelumnya, kemudian mengajak pembaca untuk menghindari penggunaan pestisida secara berlebihan.
Secara Umum
1. Adanya unsur perbuatan atau tindakan.
2. Adanya unsur rangkaian waktu dan informatif.
3. Adanya sudut pandang penulis.
4. Menggunakan urutan waktu dan tempat yang berhubungan secara kausalitas.
5. Terdapat unsur tokoh yang digambarkan dengan memiliki karakter atau perwatakan yang jelas.
6. Terdapat latar tempat, waktu, dan suasana.
7. Mempunyai alur atau plot.

Narasi Ekspositoris/Non Fiktif
1. Memperluas pengetahuan
2. Menyampaikan informasi mengenai suatu kejadian.
3. Didasarkan pada penalaran untuk mencapai kesepakatan rasional
4. Bahasanya lebih condong ke bahasa informatif dengan titik berat pada penggunaan kata-kata denotatif.


Narasi Sugestif/Fiktif
1. Menyampaikan suatu makna atau suatu amanat yang tersirat.
2. Menimbulkan daya khayal.
3. Penalaran hanya berfungsi sebagai alat untuk menyampaikan makna, sehingga penalaran dapat dilanggar.
4. Bahasanya lebih condong ke bahasa figuratif dengan menitikberatkan penggunaan kata-kata konotatif.
5. Banyak menggunakan majas/gaya bahasa.

Paragraf persuasif yaitu paragraf yang tujuan penulisannya adalah untuk mempengaruhi (ing:persuade) pembaca untuk mempercayai atau melakukan sesuatu.

Contohnya iklan, meminta bantuan, mengumpulkan dukungan, meminta dana, dll.

Ciri cirinya mungkin terlihat dari kata katanya yang berusaha meyakinkan pembaca untuk mempercayai, membenarkan dan melakukan sesuatu yang disampaikan oleh penulis
1.Medefinisikan Berita
     Biasanya, berita disusun dengan teknik piramida terbalik. Artinya adalah informasi utama. Berita disajikan pada paragraph pertama, sedangkan paragraf selanjutnya berisi penjelasan.
2.Menyimpulkan Isi Berita Yang Didengar dalam Beberapa Kalimat
     Dalam menyimpulkan isi berita harus mengetahui unsur apa saja yang ada dalam berita. Unsur-tersebut antara lain :
a.      Apa (what)                        : apa yang diberitakan
b.      Siapa (who)                       : siapa yang terlibat dalam berita tersebut
c.       Dimana (where)    : dimana berita tersebut terjadi
d.      Kapan (when)                    : kapan peristiwa tersebut terjadi
e.      Mengapa (why)     : mengapa peristiwa tersebut terjadi
f.        Bagaimana (how) : bagaimana dampak dari peristiwa dalam berita tersebut
            Kelima unsur tersebut dikenal dengan unsur 5W+1H



Contoh Imbuhan Awalan, Akhiran dan Sisipan
September 30th, 2012 Admin 14224 Views 0 Comments
Dalam berbahasa baik itu secara lisan ataupun non lisan (tulisan) kita selalu menggunakan kata imbuhan. Bahkan dalam satu kalimat kita bisa menggunakan banyak kata imbuhan. Kata imbuhan sendiri adalah kata tambahan yang dilekatkan pada kata dasar. Jika kita berpedoman pada EYD (ejaan yang disempurnakan) setidaknya ada 4 jenis atau 4 macam kata imbuhan yakni awalan, akhiran, awalan akhiran dan sisipan. Pada artikel ini kita akan membahas keempat macam imbuhan tersebut beserta beberapa contoh imbuhan awalan, akhiran, dan sisipan.
Contoh Imbuhan Awalan (prefiks)
Ada beberapa jenis bentuk imbuhan awalan yakni men, di, ter, pen, ber, se, pe, per, ke.
Awalan men- digunakan untuk menyatakan perbuatan, menjadi, menggunakan, menuju, dan dalam keadaan.
Contoh: menerima (perbuatan), menafkahi (perbuatan), meninggal (menjadi/keadaan).
Awalan di- digunakan untuk menyatakan melakukan perbuatan aktif.
Contoh: dibuka
Awalan ber- digunakan untuk menyatakan perbuatan, dalam keadaan, kumpulan, menggunakan, memiliki.
Contoh: bermain (perbuatan/keadaan), bermacam-macam (kumpulan)
Awalan ter- digunakan untuk menyatakan perbuatan pasif, tidak sengaja, paling, kemungkinan.
Contoh: tertinggal (tidak sengaja)
Awalan pen- memiliki makna melakukan, perbuatan, alat, memiliki sifat, melakukan perbuatan pada kata dasar.
Contoh: penjahat (memiliki sifat)
Awalan pe- digunakan untuk menyatakan orang yang melakukan kegiatan, orang yang di.
Contoh: pegulat (melakukan kegiatan)
Awalan se- digunakan untuk menyatakan satu, seluruh, sama, setelah.
Contoh: sebangsa (satu)
Awalan per- digunakan untuk menyatakan membuat jadi, perumpamaan.
Contoh: perusak (membuat jadi)
Awalan Ke- digunakan untuk menyatakan kumpulan, urutan.
Contoh: kedua (urutan).

Contoh Imbuhan Akhiran (sufiks)
Selanjutnya kita akan membahas imbuhan akhiran yakni berupa kan, i, an, hm.. Sedikit juga ya.
Akhiran -kan digunakan untuk menyatakan melakukan perbuuatan orang lain, membuat jadi, menyebabkan, menganggap, membawa.
Contoh: hidangkan (membawa)
Akhiran -i digunakan utnuk menyatakan perbuatan berulang, memberi apa yang ada pada bentuk dasarnya, tempat, menyebabkan.
Contoh: duduki (memberi pada kata dasar)
Akhiran -an digunakan untuk menyatakan sesuatu yang berhubungan dengan kata dasar, satuan, setiap, sekitar, beberapa.
Contoh: himpunan (satuan)

Contoh Imbuhan Gabungan (konfiks)
Yang ketiga (konfiks) adalah imbuhan gabungan yakni awalan dan akhiran. Setidaknya ada 5 bentuk umum dari imbuhan gabungan ini yakni ke-an, per-an, pen-an, ber-an, se-nya.
Imbuhan ke-an digunakan untuk menyatakan hal, brhungunan kata dasar, dalam keadaa, tempat atau daerah.
Contoh: kehidupan (berhubungan dengan kata dasar)
Imbuhan pen-an digunakan untuk menyatakan hal, perbuatan, hasil perbuatan, alat, tempat.
Contoh: penyampaian (pebuatan)
Imbuhan per-an digunakan untuk menyatakan hal, hasil, tempat, daerah, macam-macam.
Contoh: perkotaan (tempat)
Imbuhan ber-an digunakan untuk menyatakan perbuatan kata dasar, berulang-ulang, saling.
Contoh: berhadap-hadapan (saling)
Imbuhan se-nya digunakan untuk menyatakan sampai.
Contoh: sepuasnya (sampai)

Contoh Imbuhan Sisipan (infiks)
Dan terakhir adalah imbuhan sisipan atau yang disebut juga infiks. Salah satunya yang mudah di ingat adalah imbuhan -er- yang disisipkan di kata dasar gigi sehingga berubah menjadi gerigi. Beberapa contoh lainnya adalah sebagai berikut.
Imbuhan -em- digunakan untuk menyatakan banyak dan macam-macam.
Contoh: kelut > kemelut
Imbuhan -in- digunakan untuk menyatakan seperti sifat kata dasarnya.
Contoh: kerja > kinerja
Imbuhan -el- untuk menyatakan seperti sifat kata dasarnya.
Contoh: tunjuk > telunjuk
Semoga macam-macam kata imbuhan ini dapat bermanfaat.

Minggu, 20 Oktober 2013





SURAT DINAS
DAN
SURAT PRIBADI
A.SURAT DINAS / RESMI
  Surat dinas / surat resmi adalah surat yang di kirim oleh perseorangan atau lembaga lain yang berisi hal-hal kedinasan. Termasuk dalam surat dinas asalah surat niaga yang di kirim oleh perseorangan atau perusahaan untuk kepentingan bisnis atau perniaga
 Contoh surat resmi yaitu suatu undangan bisnis , surat permohonan, surat pemberitahuan, surat penawaran barang, surat lamaran kerja, surat balasan lamaran pekerjaan, surat jual beli, surat perjanjian, surat pengantar barang, dan surat penolakan.Dalam surat resmi, bahasa yang di gunakan adalah bahasa baku.
 penghantar barang dan surat penolakan. Dalam surat resmi bahasa yang digunakan adalah bahasa baku.
       Unsur - unsur  surat resmi:
  1.       Kepala surat.
  2.      Tanggal surat.
  3.      Identitas surat (nomor, lampiran, hal).
  4.      Alamat surat (nama, dan alamat nama orang yang dikirimi surat).
  5.      Salam pembuka.
  6.      Isi surat.
  7.      Salam penutup.
  8.      Identitas pengirim (jabatan, tanda tangan, dan nama terang).
  9.      Tembusan.
10.      Inisial.

Surat pribadi
Surat pribadi adalah surat yang di kirim oleh seseorang kepada orang lain yang isinya bersifat pribadi atau tidak menyangkut kedinasan. Contoh surat pribadi adalah surat kepada saudara, teman sepermainan, orang tua, dan surat-surat tidak resmi lainnya. Bahasa ynag digunakan pun bukan ragam resmi.
Unsur-unsur surat pribadi adalah sama dengan unsur yang surat resmi, hanya saja dalam surat pribadi tidak ada kepala surat, identitas surat, jabatan pengirim, tembusan dan inisial.
Catatan :
Surat merupakan komunikasi dari orang pertama (penulis) kepada orang kedua (pembaca). Oleh karena itu, kata-kata dalam surat tidak boleh menggunakan kata ganti orang ketiga, yaitu nya
Contoh yang salah :
Atas perhatiannya, kami hanturkan terima kasih.
Contoh yang benar :
Atas perhatian bapak, saya ucapkan terima kasih.



Template by:
Free Blog Templates